Operasional Senin s.d. Sabtu dari Pukul 07.00 s/d 17.00 WIB , Hari Minggu & Tanggal Merah Tutup
DAPATKAN PAKET PROMO MENUJU ISLAM KAFFAH, HEMAT HINGGA 10% !! DAPATKAN PAKET PROMO MENUJU ISLAM KAFFAH, HEMAT HINGGA 10% !! DAPATKAN PAKET PROMO MENUJU ISLAM KAFFAH, HEMAT HINGGA 10% !! DAPATKAN PAKET PROMO MENUJU ISLAM KAFFAH, HEMAT HINGGA 10% !! DAPATKAN PAKET PROMO MENUJU ISLAM KAFFAH, HEMAT HINGGA 10% !!
Beranda » Artikel Terbaru » Bisnis Dunia plus Bisnis Akhirat

Bisnis Dunia plus Bisnis Akhirat

Diposting pada 8 Desember 2018 oleh publishingtsaqifa | Dilihat: 693 kali

Bisnis tidak hanya untuk dunia, untuk akhirat pun ada bisnisnya. Baik bisnis dunia atau bisnis akhirat, dua-duanya wajib. Mengorbankan salah satunya termasuk pelanggaran yang hanya akan menyisakan kesengsaraan.

Keberadaan bisnis akhirat, di samping bisnis dunia, tertuang dalam firman Allah swt :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلٰى تِجَارَةٍ تُنْجِيْكُمْ مِّنْ عَذَابٍ اَلِيْمٍ .  تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَتُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنۙ . يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ وَمَسٰكِنَ طَيِّبَةً فِيْ جَنّٰتِ عَدْنٍۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُۙ . وَاُخْرٰى تُحِبُّوْنَهَاۗ نَصْرٌ مِّنَ اللّٰهِ وَفَتْحٌ قَرِيْبٌۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? Yaitu kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui, niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn. Itulah kemenangan yang agung. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin (QS. As-Shaff [61] : 10-13).

Logika bisnis duniawi dengan demikian berlaku juga untuk bisnis akhirat. Bisnis tujuan utamanya meraih keuntungan. Keuntungan tersebut diperuntukkan bagi penghidupan yang baik dan layak; mempunyai rumah yang nyaman, di lingkungan yang asri dan jauh dari berbagai gangguan, khususnya hukuman. Sebab apalah artinya hidup nyaman harta banyak jika dikejar-kejar penegak hokum akibat korupsi atau perbuatan kriminalitas lainnya. Jika kita yakin bahwa hidup kita tidak hanya sampai mati, melinkan sesudah mati juga ada kehidupan, maka untuk kehidupan tersebut kita juga harus berbisnis. Logika bisnis di atas pun harus diberlakukan. Dengan bisnis akhirat ini kita harus mendapatkan penghidupan yang baik dan layak, mempunyai rumah yang nyaman, di lingkungan yang asri (baca:surga) dan jauh dari berbagai gangguan yakni hukuman neraka akibat dosa-dosa kita.

Hidup di dunia paling lama 100 tahun. Hidup di akhirat satu harinya saja 50.000 tahun (Shahih Muslim no. 2337), atau dengan kata lain selama-lamanya untuk waktu tak terbatas. Sangat rugi jika unuk hidup yang maksimal 100 tahun kita bisnis dengan serius, tetapi untuk hidup sesudahnya selama jutaan tahun kita tidak berbisnis. Hal sebaliknya berlaku juga, akan rugi jika kita hanya focus pada bisnis akhirat sementara bisnis dunia ditinggalkan sama sekali.

وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ

Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan (QS. Al-Qashash [28] : 77)

Sebab dengan logika sehat pun akan mudah dipahami, jika bisnis dunia ditinggalkan sama sekali, kita tidak mungkin punya modal yang cukup untuk melaksanakan bisnis akhirat. Tidak mungkin bias shalat jika tidak mempunyai pakaian yang layak dan rumah yang bersih, tidak mungkin bias thalabul ilmi jika perut kelaparan, dan tidak mungkin bias zakat dan infaq jika harta tidak punya.

Artinya, kedua bisnis ini harus dilakukan bersamaan. Rumusnya, jangan ada yang dibenturkan satu sama lainnya. QS. al-Jumu’ah [62] : 9-11 memeberikan tuntunan, jika dating waktu bisnis akhirat seperti shalat, tinggalkan sejenak bisnis dunia. Demikian juga, jangan sampai ketika bisnis akhirat dijalankan, tiba-tiba saja ditinggalkan gara-gara tergiur bisnis dan hiburan dunia. Hal yang sama berlaku dalam zakat, shaum, dan amal lainnya. Harus senantiasa ada waktu, tenaga, dan harta yang kita bagi untuk bisnis dunia, juga untuk bisnis akhirat.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ . فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوْا فِى الْاَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ . وَاِذَا رَاَوْا تِجَارَةً اَوْ لَهْوًا ۨانْفَضُّوْٓا اِلَيْهَا وَتَرَكُوْكَ قَاۤىِٕمًاۗ قُلْ مَا عِنْدَ اللّٰهِ خَيْرٌ مِّنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِۗ وَاللّٰهُ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jum‘at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung. Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera menuju kepadanya dan mereka tinggalkan engkau (Muhammad) sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah, “Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan,” dan Allah pemberi rezeki yang terbaik. (QS. al-Jumu’ah [62] : 9-11)

Uniknya sebagaimana firman Allah swt di awal, jika bisnis dunia saja yang digarap, keuntungan akhirat tidak akan didapat. Sementara jika bisnis akhirat yang digarap, keuntungan dunia juga akan didapat. Dengan kata lain, sejahtera dunia dan akhirat. Sehingga kehidupan pun akan lebih bermakna dan bernilai, tidak hampa dan kosong dari keberkahan. Sebab memang, orang yang sudah sangat peduli dengan bisnis akhirat, ia akan peduli juga dengan bisnis dunia. Tidak hanya berkualitas dalam bisnis akhirat, ia juga akan berkualitas dalam bisnis dunia.

مَنْ كَانَ يُرِيْدُ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا وَزِيْنَتَهَا نُوَفِّ اِلَيْهِمْ اَعْمَالَهُمْ فِيْهَا وَهُمْ فِيْهَا لَا يُبْخَسُوْنَ . اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ لَيْسَ لَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ اِلَّا النَّارُ ۖوَحَبِطَ مَا صَنَعُوْا فِيْهَا وَبٰطِلٌ مَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan.Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Hud [11] : 15-16)

مَنْ كَانَ يُرِيْدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهٗ فِيْهَا مَا نَشَاۤءُ لِمَنْ نُّرِيْدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهٗ جَهَنَّمَۚ يَصْلٰىهَا مَذْمُوْمًا مَّدْحُوْرًا . وَمَنْ اَرَادَ الْاٰخِرَةَ وَسَعٰى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُولٰۤىِٕكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَّشْكُوْرًا

Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan baginya (di akhirat) neraka Jahanam; dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.Dan barang siapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik. (QS. al-Isra [17] : 18-19)

مَنْ كَانَ يُرِيْدُ حَرْثَ الْاٰخِرَةِ نَزِدْ لَهٗ فِيْ حَرْثِهٖۚ وَمَنْ كَانَ يُرِيْدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهٖ مِنْهَاۙ وَمَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ نَّصِيْبٍ

Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya (keuntungan dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat (QS. as-Syura [42] : 20).

Bagikan informasi tentang Bisnis Dunia plus Bisnis Akhirat kepada teman atau kerabat Anda.

Bisnis Dunia plus Bisnis Akhirat | Tsaqifa Publishing

Belum ada komentar untuk Bisnis Dunia plus Bisnis Akhirat

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
ORDER LANGSUNG
Menuju Islam Kaffah 3 (Menyempurnakan Akhlaq Mulia)

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 80.000
Ready Stock
STOK HABIS
Menuju Islam Kaffah (Himpunan Materi Dakwah Aktual)

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 80.000
Habis
ORDER LANGSUNG
Menangkal Virus Islam Liberal (Panduan Islamic Worldview untuk Para Aktivis Da’wah)

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 50.000
Ready Stock
SIDEBAR